SAFHIRA, NAJWA (2026) GAMBARAN PEMAAFAN PADA PEREMPUAN KORBAN PERSELINGKUHAN YANG BEKERJA. S1 thesis, UNIVERSITAS MALIKUSSALEH.
|
Text
cover_NAJWA SAFHIRA 220620026.pdf Download (9kB) |
|
|
Text
ABSTRAK_NAJWA SAFHIRA 220620026.pdf Download (6kB) |
|
|
Text
bab 1 pendahuluan_NAJWA SAFHIRA 220620026.pdf Download (318kB) |
|
|
Text
daftar pustaka _NAJWA SAFHIRA 220620026.pdf Download (155kB) |
|
|
Text
ful_NAJWA SAFHIRA 220620026.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
Abstract
ABSTRAK Perselingkuhan dalam hubungan pernikahan merupakan salah satu bentuk pelanggaran komitmen yang membawa dampak emosional yang berat bagi pihak yang dikhianati. Tujuan penelitian ini untuk melihat gambaran pemaafan pada perempuan korban perselingkuhan yang bekerja. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Metode pengumpulan subjek yaitu snowball sampling, subjek berjumlah tiga orang perempuan yang telah menikah dan mengalami perselingkuhan serta memiliki pekerjaan. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik wawancara semi terstruktur dan observasi non-partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga subjek telah memaafkan perbuatan suaminya, hal ini ditinjau dari aspek avoidance motivation dimana ketiga subjek kembali membangun interaksi verbal, menjalin kembali hubungan intim dengan suaminya, dan berdamai dengan pengalaman masa lalu. Kemudian pada aspek revenge motivation dimana menurunnya keinginan untuk membalas dendam atas perbuatan suaminya yang kemudian didukung oleh pengambilan keputusan yang rasional dan juga memelihara nama baik suami. Sementara pada aspek benevolence motivation dimana meningkatnya keinginan untuk berbuat baik seperti upaya menjaga kualitas hubungan pernikahan maupun membantu pasangan. Meskipun memiliki kemandirian ekonomi, ditemukan faktor penyebab ketiga subjek mempertahakan rumah tangga diantaranya memikirkan kesejahteraan masa depan anak, penilaian kesakralan pernikahan, kekhawatiran akan status janda, dukungan keluarga, tuntutan sosial dan kesulitas mengurus perceraian. Tingkat keparahan perselingkuhan mempengaruhi pemaafan, dimana perselingkuhan yang tidak sampai melakukan hubungan seksual atau komitmen untuk menikah akan lebih mudah untuk dimaafkan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemaafan dapat mengurangi dampak negatif yang dirasakan oleh istri akibat perselingkuhan seperti seperti marah, kecewa, sakit hati, dan sedih yang berkepanjangan hingga mempengaruhi psikologis maupun fisik sekaligus memperbaiki keharmonisan rumah tangga. Kata kunci: Pemaafan, perselingkuhan, konflik rumah tangga
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman |
| Divisions: | Fakultas Kedokteran > 73201 - Program Studi Psikologi |
| Depositing User: | Najwa Safhira |
| Date Deposited: | 28 Aug 2026 09:05 |
| Last Modified: | 28 Aug 2026 09:05 |
| URI: | https://rama.unimal.ac.id/id/eprint/21781 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |




