NURFAZILLAН, NURFAZILLAН (2026) EFEKTIFITAS PEMBATASAN USIA PERKAWINAN (STUDI PENELITIAN DI KANTOR URUSAN AGAMA KOTA BINJAI). S1 thesis, Universitas Malikussaleh.
|
Text
COVER NUR.pdf Download (129kB) |
|
|
Text
ABSTRAK NUR.pdf Download (229kB) |
|
|
Text
BAB I NUR.pdf Download (335kB) |
|
|
Text
DAPUS NUR.pdf Download (294kB) |
|
|
Text
Skripsi nurfazillah.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
Abstract
Perubahan batas usia perkawinan menjadi 19 (sembilan belas) tahun bagi laki-laki dan perempuan dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 bertujuan untuk mencegah perkawinan anak, menjaga kesehatan reproduksi, serta mewujudkan tujuan perkawinan yang kekal. Namun dalam praktiknya di Kota Binjai, praktik perkawinan di bawah umur masih ditemukan, salah satunya dipicu oleh faktor kehamilan di luar nikah dan tekanan ekonomi keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektifitas pelaksanaan pembatasan usia perkawinan di Kantor Urusan Agama (KUA) Kota Binjai serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan metode yuridis empiris dengan jenis kualitatif. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan Kepala KUA, Penghulu, Penyuluh Agama, Ketua Pengadilan Agama Binjai, serta masyarakat, sedangkan data sekunder bersumber dari peraturan perundang-undangan dan literatur hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembatasan usia perkawinan secara administratif telah berjalan efektif melalui verifikasi data SIMKAH, penolakan registrasi formulir N8, dan program Bimbingan Perkawinan (Bimwin). Namun secara sosiologis, pembatasan tersebut belum sepenuhnya efektif karena masih ditemukan permohonan perrnikahan di bawah umur. Faktor pendukung efektivitas meliputi ketegatan prosedur KUA dan sinergi bersama BKKBN serta Dinas Kesehatan. Sementara itu, faktor penghambat utama terdiri atas rendahnya kesadaran hukum masyarakat, kondisi ekonomi, rendahnya tingkat pendidikan, dan keberadaan mekanisme dispensasi nikah yang memberi ruang terjadinya perkawinan di bawah umur. Berdasarkan temuan penelitian, efektifitas pembatasan usia perkawinan memerlukan dukungan tidak hanya dari aspek penegakan hukum, tetapi juga dari peningkatan kesadaran hukum masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan penguatan sosialisasi hukum secara berkelanjutan dan pengetatan pemberian dispensasi nikah guna menekan angka perkawinan di bawah umur.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Hukum > 74201 - Program Studi Ilmu Hukum |
| Depositing User: | NURFAZILLAH NURFAZILLAH |
| Date Deposited: | 19 Aug 2026 04:55 |
| Last Modified: | 19 Aug 2026 04:55 |
| URI: | https://rama.unimal.ac.id/id/eprint/21353 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |




