WINDRIANI, WINDRIANI (2026) ANALISIS PERBANDINGAN KOEFISIEN DAN BIAYA UPAH TENAGA KERJA BERDASARKAN SNI 2023 DENGAN KONDISI AKTUAL DI LAPANGAN (STUDI KASUS : PEMBANGUNAN GEDUNG DI KOTA LHOLSEUMAWE). S1 thesis, Universitas Malikussaleh.
|
Text
cover.pdf Download (73kB) |
|
|
Text
abstrak.pdf Download (378kB) |
|
|
Text
bab 1.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
daftar pustaka.pdf Download (324kB) |
|
|
Text
full text.pdf Restricted to Registered users only Download (19MB) |
Abstract
Standar Nasional Indonesia (SNI) 2023 telah menetapkan koefisien tenaga kerja sebagai acuan penyusunan Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP), namun penerapannya sering menunjukkan perbedaan dengan kondisi aktual akibat faktor lokal yang belum terakomodasi dalam standar nasional. Penelitian ini bertujuan membandingkan koefisien tenaga kerja dan biaya upah per satuan pekerjaan antara SNI 2023 dengan kondisi lapangan, serta mengidentifikasi faktor penyebab perbedaannya pada proyek pembangunan gedung di Kota Lhokseumawe. Metode yang digunakan adalah observasi lapangan dan wawancara dengan mandor serta kontraktor, didukung analisis statistik deskriptif. Data dikumpulkan dari tiga proyek Kampus STIkes Muhammadiyah Lhokseumawe, Grand Asia Residence, dan Gedung GKU C Universitas Malikussaleh. Tiga jenis pekerjaan yang dianalisis adalah pemasangan lantai granit 60×60 cm, lantai keramik 40×40 cm, dan pasangan dinding bata merah tebal ½ batu. Hasil penelitian menunjukkan dua pola konsisten. Pertama, koefisien Pekerja dan Tukang di lapangan lebih rendah dari SNI 2023; koefisien pekerja lantai granit 0,0778 OH berbanding 0,2500 OH (68,9% lebih rendah), lantai keramik 0,1111 OH berbanding 0,1530 OH (27,4%), dan dinding bata merah 0,0767 OH berbanding 0,2000 OH (61,7%), mengindikasikan produktivitas tenaga kerja di Kota Lhokseumawe lebih tinggi dari asumsi SNI. Kedua, koefisien Kepala Tukang dan Mandor 4 hingga 25 kali lebih tinggi dari SNI 2023 karena sistem pengawasan lebih intensif dengan satu mandor penuh waktu per area pekerjaan. Dari sisi biaya upah, lantai granit 27,87% lebih rendah dari SNI (Rp31.991 vs Rp44.350/m²), lantai keramik 19,19% lebih tinggi (Rp39.222 vs Rp32.907/m²), dan dinding bata merah relatif setara dengan selisih 2,70% (Rp33.589 vs Rp32.707/m²). Faktor penyebab perbedaan meliputi pengalaman kerja rata-rata 15–30 tahun, rasio pengawasan lebih ketat, skala proyek menengah, dan karakteristik manajemen konstruksi lokal. Penelitian ini merekomendasikan penyesuaian koefisien tenaga kerja lokal guna meningkatkan akurasi estimasi biaya proyek konstruksi di Kota Lhokseumawe.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) T Technology > TH Building construction |
| Divisions: | Fakultas Teknik > 22201 - Jurusan Teknik Sipil |
| Depositing User: | Windriani Windriani |
| Date Deposited: | 18 Aug 2026 04:09 |
| Last Modified: | 18 Aug 2026 04:09 |
| URI: | https://rama.unimal.ac.id/id/eprint/21284 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |




