BANUREA, PUTRI EVALINA (2026) COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENCEGAHAN PEREDARAN ROKOK TANPA PITA CUKAI (ILEGAL) DI KOTA LHOKSEUMAWE. S1 thesis, Universitas Malikussaleh.
|
Text
COVER.pdf Download (50kB) |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (68kB) |
|
|
Text
BAB 1.pdf Download (237kB) |
|
|
Text
DAPUS.pdf Download (201kB) |
|
|
Text
FULL TEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) |
Abstract
Collaborative Governance merupakan pendekatan yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam pengambilan keputusan untuk mencapai tujuan kebijakan publik, termasuk pencegahan peredaran rokok ilegal. Peredaran rokok ilegal merupakan pelanggaran di bidang cukai yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007, namun masih ditemukan di Kota Lhokseumawe akibat tingginya permintaan masyarakat serta keterlibatan oknum tertentu. Penelitian ini bertujuan menganalisis collaborative governance dan hambatan dalam pencegahan peredaran rokok ilegal di Kota Lhokseumawe berdasarkan teori Ansell dan Gash. Penelitian menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan deskriptif, sedangkan pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa collaborative governance telah berjalan melalui lima aspek. Dialog tatap muka dilakukan melalui rapat koordinasi, pertemuan rutin, dan komunikasi antarinstansi. Kepercayaan terbentuk melalui keterbukaan informasi dan kerja sama, meskipun tindak lanjut laporan masyarakat masih perlu ditingkatkan. Pemahaman bersama dibangun melalui koordinasi dan sosialisasi, meskipun sebagian masyarakat belum memahami rokok ilegal secara menyeluruh. Komitmen terlihat melalui sosialisasi, pengawasan, pertukaran informasi, dan operasi gabungan meskipun belum terdapat MoU khusus. Hasil kolaborasi terlihat melalui peningkatan pengawasan, penindakan, dan kesadaran masyarakat serta berkurangnya peredaran secara terbuka. Hambatan meliputi keterbatasan personel, luasnya wilayah pengawasan, pola peredaran yang tertutup dan berpindah-pindah, sulitnya mengungkap aktor utama, serta dugaan kebocoran informasi. Oleh karena itu, disarankan adanya penguatan pengawasan, keamanan informasi, fungsi intelijen, penambahan personel, dan koordinasi antarinstansi diperlukan untuk meningkatkan efektivitas pencegahan peredaran rokok ilegal di Kota Lhokseumawe.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare J Political Science > JS Local government Municipal government |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > 63201 - Jurusan Administrasi Publik |
| Depositing User: | putri evalina banurea |
| Date Deposited: | 14 Aug 2026 09:06 |
| Last Modified: | 14 Aug 2026 09:06 |
| URI: | https://rama.unimal.ac.id/id/eprint/21250 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |




