HS, NURSAIDAH (2026) KOLABORASI PENANGANAN KEKERASAN SEKSUAL PADA PEREMPUAN DI KABUPATEN LABUHANBATU SELATAN. S1 thesis, University of Malikussaleh.

[img] Text
COVER.pdf

Download (2MB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (2MB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (2MB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (2MB)
[img] Text
SKRIPSI NURSAIDAH HS.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
Official URL: https://unimal.ac.id

Abstract

ABSTRAK Kekerasan seksual terhadap perempuan merupakan permasalahan sosial yang memerlukan penanganan secara terpadu melalui kolaborasi berbagai pemangku kepentingan. Meningkatnya kasus kekerasan seksual di Kabupaten Labuhanbatu Selatan menunjukkan bahwa penanganannya tidak dapat dilakukan oleh satu lembaga saja, melainkan membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, lembaga perlindungan perempuan dan anak, serta organisasi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses kolaborasi antar lembaga dalam penanganan kekerasan seksual terhadap perempuan di Kabupaten Labuhanbatu Selatan serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat. Penelitian ini menggunakan teori Collaborative Governance Ansell dan Gash yang meliputi face to face dialogue, trust building, commitment to process, shared understanding, dan intermediate outcomes. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi antar lembaga telah berjalan melalui pemetaan aktor, komunikasi dan koordinasi, pembangunan kepercayaan, penyamaan persepsi, serta pembagian peran sesuai kewenangan masing-masing. Kolaborasi melibatkan DP3AP2KB, Unit PPA Polres Labuhanbatu Selatan, Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD), dan instansi terkait lainnya dalam memberikan perlindungan, pendampingan, serta penanganan terhadap korban. Faktor pendukung kolaborasi meliputi komitmen antar pemangku kepentingan, koordinasi yang baik, dan adanya regulasi sebagai dasar kerja sama. Sementara itu, faktor penghambat meliputi keterbatasan sumber daya manusia, belum terbentuknya UPTD PPA, keterbatasan anggaran, serta belum optimalnya kepercayaan masyarakat yang berdampak pada rendahnya pelaporan kasus kekerasan seksual. Kata kunci: Kolaborasi, Collaborative governance, Kekerasan Seksual, Pada Perempuan, Kabupaten Labuhanbatu Selatan.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > 63201 - Jurusan Administrasi Publik
Depositing User: NURSAIDAH HS
Date Deposited: 14 Aug 2026 08:54
Last Modified: 14 Aug 2026 08:54
URI: https://rama.unimal.ac.id/id/eprint/21238

Actions (login required)

View Item View Item

Latest Collections

Top Downloaded Items

Top Authors

This repository has been indexed by