LUTHFI, AZKIA (2026) COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENANGANAN KEKERASAN SEKSUAL ANAK DI KECAMATAN STABAT KABUPATEN LANGKAT. S1 thesis, Universitas Malikussaleh.
|
Text
COVER AZKIA LUTHFI.pdf Download (110kB) |
|
|
Text
ABSTRAK AZKIA LUTHFI.pdf Download (266kB) |
|
|
Text
BAB 1 AZKIA LUTHFI.pdf Download (353kB) |
|
|
Text
DAPUS AZKIA LUTHFI.pdf Download (263kB) |
|
|
Text
SKRIPSI AZKIA LUTHFI.220210021.pdf Restricted to Registered users only Download (5MB) |
Abstract
Kekerasan seksual terhadap anak merupakan permasalahan serius yang memerlukan penanganan melalui kolaborasi berbagai pihak. Penelitian ini didasarkan pada Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, Peraturan Daerah Kabupaten Langkat Nomor 3 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Perlindungan Anak, dan Peraturan Bupati Langkat Nomor 03 Tahun 2022 tentang Kebijakan Kabupaten Layak Anak. Meskipun berbagai regulasi dan kerja sama antar lembaga telah dibentuk, angka kekerasan seksual terhadap anak di Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat masih mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penanganan kasus belum berjalan secara optimal dan masih terdapat berbagai hambatan dalam proses kolaborasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk collaborative governance dalam penanganan kekerasan seksual terhadap anak di Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi penghambat dalam proses kolaborasi tersebut. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, UPTD PPA, Kepolisian, tokoh masyarakat, dan masyarakat. Analisis data dilakukan melalui pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa collaborative governance telah dilaksanakan melalui dialog tatap muka, pembangunan kepercayaan, dan komitmen antar stakeholder dalam bentuk koordinasi, pendampingan korban, sosialisasi, serta kerja sama lintas sektor. Namun, pelaksanaannya belum optimal karena masih terdapat rendahnya partisipasi masyarakat dalam pelaporan kasus, keterbatasan transparansi informasi, koordinasi yang belum maksimal, lambatnya penanganan kasus, serta keterbatasan bukti dan saksi dalam penyelesaian kasus. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar pemerintah daerah dan seluruh stakeholder memperkuat koordinasi, komunikasi, transparansi, serta meningkatkan sosialisasi dan partisipasi masyarakat guna mewujudkan penanganan kekerasan seksual terhadap anak yang lebih efektif, responsif, dan berkelanjutan.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare J Political Science > JS Local government Municipal government |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > 63201 - Jurusan Administrasi Publik |
| Depositing User: | Azkia Luthfi |
| Date Deposited: | 13 Aug 2026 05:06 |
| Last Modified: | 13 Aug 2026 05:06 |
| URI: | https://rama.unimal.ac.id/id/eprint/21180 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |




