Anjani, Lala (2026) ANALISIS PERTANGGUNGJAWABAN TERHADAP TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN YANG DILAKUKAN OLEH ANAK DI BAWAH UMUR (Studi Putusan Nomor 4/Pid.Sus-Anak/2023/PN.Jkt.Sel). S1 thesis, University of Malikussaleh.
|
Text
COVER.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (825kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
SKRIPSI LALA.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
Abstract
RINGKASAN Lala Anjani 220510240 Analisis Pertanggungjawaban Terhadap Tindak Pidana Penganiayaan Yang Dilakukan Oleh Anak Di Bawah Umur (Studi Putusan Nomor 4/Pid.Sus-Anak/2023/Pn.Jkt.Sel) (Dr. Ummi Kalsum, S.H., M.H. dan Tasyukur, S.H., M.H.) Anak memiliki kedudukan hukum khusus yang dilindungi undang-undang. Perlindungan diberikan karena kondisi psikologis dan sosial anak yang belum matang membuat anak rentan terlibat tindak pidana penganiayaan, dan pertanggungjawaban pidananya diatur khusus melalui Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak yang mengutamakan keadilan restoratif dan kepentingan terbaik bagi anak. Namun pada Putusan Nomor 4/Pid.Sus-Anak/2023/PN.Jkt.Sel, hakim menjatuhkan pidana penjara tanpa mempertimbangkan bahwa anak sebelumnya merupakan korban eksploitasi seksual, padahal hukum secara tegas melarang eksploitasi seksual terhadap anak tanpa atau dengan persetujuan korban. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk pertanggungjawaban pidana terhadap tindak pidana penganiayaan yang dilakukan oleh Anak serta menganalisis pertimbangan hakim dalam putusan nomor 4/Pid.Sus-Anak/2023/PN Jkt.Sel. Jenis penelitian yang digunakan yaitu yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Sumber bahan hukum yaitu bahan hukum sekunder. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan teknik analisis bahan hukum secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak pidana penganiayaan dalam Putusan Nomor 4/Pid.Sus-Anak/2023/PN Jkt.Sel dipengaruhi oleh faktor keluarga, usia, dan psikologis dan hukuman pidana penjara Anak selama 3,5 tahun dinilai tidak sesuai, karena Anak dapat ditempatkan di LPKS atau dengan hukuman yang lebih ringan. Pertimbangan hakim dalam menilai hubungan seksual antara Anak dan Anak Korban bukan paksaan hanya karena tidak ada gejala trauma kurang tepat, karena Anak sebagai anak di bawah umur secara hukum tidak memiliki kecakapan untuk memberikan persetujuan atas hubungan seksual. Dengan demikian, putusan tersebut belum sepenuhnya mencerminkan prinsip perlindungan dan kepentingan terbaik bagi anak. Disarankan agar hakim melakukan pemeriksaan psikologis dan sosial sebelum menjatuhkan sanksi kepada anak, serta memperkuat penerapan prinsip ultimum remedium melalui alternatif non-pemidanaan seperti penempatan di LPKS. Hakim diharapkan lebih cermat dalam menerapkan prinsip perlindungan anak, baik terhadap anak yang berkonflik dengan hukum maupun anak yang menjadi korban kejahatan seksual, agar hak perlindungan dan pemulihan Anak sebagai korban terpenuhi. Kata Kunci: Pertanggungjawaban Pidana, Anak, Tindak Pidana Penganiayaan.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Hukum > 74201 - Program Studi Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Lala Anjani |
| Date Deposited: | 13 Aug 2026 04:04 |
| Last Modified: | 13 Aug 2026 04:04 |
| URI: | https://rama.unimal.ac.id/id/eprint/21177 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |




