ASRY, RIZKI WINA (2026) EFEKTIVITAS PROGRAM PEMBINAAN RESIDIVIS PENYALAHGUNA NARKOTIKADI RUMAH TAHANAN NEGARA KELAS IIB TAKENGON. S1 thesis, universitas malikussaleh.
|
Text
COVER.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB 1.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
DAPUS.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
SKRIPSI WINA FULL.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
Abstract
Penyalahgunaan narkotika merupakan permasalahan serius yang mengancam kesehatan masyarakat serta mengganggu stabilitas sosial dan ekonomi. Tingginya angka residivis penyalahguna narkotika menunjukkan bahwa penerapan pidana penjara dan sistem pemasyarakatan belum sepenuhnya mampu memberikan efek jera maupun mendorong perubahan perilaku pelaku secara optimal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas program pembinaan residivis penyalahguna narkotika serta mengidentifikasi hambatan dalam pelaksanaannya di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Takengon berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis empiris dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan data yang diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi kepustakaan. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk menjawab rumusan masalah penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pembinaan di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Takengon dilaksanakan melalui pembinaan kepribadian dan kemandirian, seperti kegiatan keagamaan, penyuluhan, konseling, dan pelatihan keterampilan kerja. Program tersebut berkontribusi terhadap peningkatan kesadaran dan perubahan sikap warga binaan. Berdasarkan indikator penurunan jumlah residivis pada beberapa periode, program pembinaan tergolong cukup efektif, namun efektivitasnya belum optimal karena masih terjadi peningkatan jumlah residivis pada tahun tertentu sehingga tujuan pembinaan belum tercapai secara berkelanjutan. Hambatan pelaksanaan program berasal dari faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi overkapasitas, keterbatasan petugas, minimnya sarana dan prasarana, rendahnya motivasi warga binaan, serta pengaruh negatif antarnarapidana. Faktor eksternal berupa stigma masyarakat yang menghambat reintegrasi sosial mantan narapidana. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kualitas program pembinaan yang disesuaikan dengan kebutuhan warga binaan, peningkatan kapasitas petugas, penyediaan sarana pendukung yang memadai, serta sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Takengon guna meningkatkan efektivitas program pembinaan dalam menekan angka residivis penyalahguna narkotika secara berkelanjutan. Kata Kunci : Efektivitas, Pembinaan, Residivis, Narkotika, Lembaga Pemasyarakatan.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Hukum > 74201 - Program Studi Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Rizki Wina Rizki Asry |
| Date Deposited: | 13 Aug 2026 03:33 |
| Last Modified: | 13 Aug 2026 03:33 |
| URI: | https://rama.unimal.ac.id/id/eprint/21150 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |




