HARIANI, DELA (2026) PERAN LEMBAGA PERMASYARAKATAN KELAS IIB LUBUK PAKAM DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN BIOLOGIS BAGI NARAPIDANA YANG SUDAH MENIKAH. S1 thesis, Universitas Malikussaleh.

[img] Text
DELA HARIANI_COVER.pdf

Download (120kB)
[img] Text
DELA HARIANI_ABSTRAK.pdf

Download (101kB)
[img] Text
DELA HARIANI_BAB I.pdf

Download (335kB)
[img] Text
DELA HARIANI_DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (211kB)
[img] Text
DELA HARIANI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi mengenai pemenuhan kebutuhan biologis bagi narapidana yang telah menikah merupakan hak yang harus dihormati dan dipenuhi oleh negara sebagaimana dijamin dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dan Undang-Undang Pemasyarakatan. Namun, pemenuhan hak tersebut di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Lubuk Pakam belum terlaksana secara optimal karena overkapasitas, keterbatasan sarana dan prasarana, serta belum diterapkannya program Cuti Mengunjungi Keluarga. Kesenjangan antara ketentuan hukum dan praktik tersebut menjadi dasar penelitian untuk menganalisis peran Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Lubuk Pakam dalam memenuhi kebutuhan biologis narapidana yang telah menikah, kendala yang dihadapi, serta upaya yang dilakukan dalam mengoptimalkan pemenuhan hak tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode hukum empiris dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui studi dokumen terhadap regulasi terkait serta observasi langsung mengenai peran di Lapas Kelas II B Lubuk Pakam. Subjek penelitian melibatkan narapidana yang sudah menikah sebagai pihak terdampak langsung, serta petugas pemasyarakatan untuk mendapatkan perspektif mendalam mengenai kendala operasional dalam pemenuhan hak-hak tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Lubuk Pakam dalam memenuhi kebutuhan biologis narapidana belum berjalan secara optimal. Kendala struktural berupa fenomena overkapasitas hunian yang melampaui tiga kali lipat kapasitas ideal institusi. Keterbatasan ruang fisik tersebut mengeliminasi peluang penyediaan infrastruktur khusus di dalam lapas seperti bilik asmara. Sebagai langkah mitigasi terhadap implikasi psikologis dan gangguan stabilitas keamanan, otoritas lapas mengoptimalkan upaya alternatif melalui penguatan pembinaan mental serta pengawasan perilaku warga binaan. Sebagai kesimpulan, penelitian ini menegaskan bahwa pemenuhan hak biologis merupakan instrumen rehabilitasi sosial yang sangat kontributif terhadap keberhasilan proses integrasi narapidana kembali ke masyarakat. Melalui temuan ini, diharapkan adanya dorongan bagi pemerintah untuk segera merumuskan regulasi turunan yang lebih teknis serta melakukan pembenahan infrastruktur fisik di lapas. Penataan ini esensial agar fungsi lembaga pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada penghukuman, tetapi juga pada penghormatan terhadap martabat manusia dan pemenuhan hak-hak dasar yang dijamin oleh konstitusi.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum > 74201 - Program Studi Ilmu Hukum
Depositing User: Dela Hariani
Date Deposited: 12 Aug 2026 04:15
Last Modified: 12 Aug 2026 04:15
URI: https://rama.unimal.ac.id/id/eprint/20970

Actions (login required)

View Item View Item

Latest Collections

Top Downloaded Items

Top Authors

This repository has been indexed by