BAHRI, SAMSUL (2026) STRATEGI HEDGING POLITIK LUAR NEGERI INDONESIA DALAM MENGHADAPI PERSAINGAN AMERIKA SERIKAT DAN TIONGKOK TERKAIT ISU KEAMANAN. S1 thesis, UNIVERSITAS MALIKUSSALEH.
|
Text
Cover SKRIPSI FIX SAMSUL BAHRI S.I.POL (1) (1) FIX (1).pdf Download (189kB) |
|
|
Text
Abstrak SKRIPSI FIX SAMSUL BAHRI S.I.POL (1) (1) FIX (1).pdf Download (281kB) |
|
|
Text
BAb 1 SKRIPSI FIX SAMSUL BAHRI S.I.POL (1) (1) FIX (1).pdf Download (319kB) |
|
|
Text
Dapus SKRIPSI FIX SAMSUL BAHRI S.I.POL (1) (1) FIX (1).pdf Download (439kB) |
|
|
Text
SKRIPSI FIX SAMSUL BAHRI S.I.POL (1) (1) FIX (1).pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) |
Abstract
ABSTRAK Rivalitas strategis Amerika Serikat dan Tiongkok di kawasan Indo-Pasifik menimbulkan tekanan geopolitik yang signifikan bagi Indonesia, khususnya dalam menjaga otonomi strategis dan keamanan maritim di Laut Natuna Utara. Sebagai middle power yang menganut prinsip politik luar negeri bebas aktif, Indonesia dituntut merespons rivalitas tersebut secara adaptif tanpa kehilangan kemandiriannya. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk dan mekanisme implementasi strategi hedging dalam politik luar negeri Indonesia serta mengevaluasi efektivitasnya dalam menjaga otonomi strategis dan keamanan maritim di tengah persaingan Amerika Serikat dan Tiongkok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data dikumpulkan sepenuhnya melalui sumber sekunder berupa jurnal ilmiah, buku, dokumen kebijakan, dan media online, kemudian dianalisis secara deskriptif-interpretatif dengan mengintegrasikan Teori Kepentingan Nasional, Teori Kompleks Keamanan Regional, Doktrin Bebas Aktif, dan konsep strategi hedging. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia mengimplementasikan hedging melalui lima dimensi yang saling berkaitan, yaitu Policy Diversification, Strategic Engagement, Soft Balancing, Strategic Ambiguity, dan Risk Management, yang secara adaptif mengoperasionalkan prinsip bebas aktif. Strategi ini terbukti cukup efektif mempertahankan otonomi strategis dan reputasi Indonesia sebagai middle power yang konstruktif selama lebih dari satu dekade, namun menghadapi tiga keterbatasan struktural: ketergantungan ekonomi terhadap Tiongkok yang berpotensi mempersempit ruang diplomasi, persistensi ancaman China Coast Guard (CCG) di Laut Natuna Utara yang mengindikasikan bahwa efek deterrence belum memadai, serta inkohesivitas sinyal kebijakan antarlembaga negara. Penelitian ini berkontribusi memperkaya diskursus middle power di Indo-Pasifik, khususnya pada dimensi keamanan yang masih kurang dieksplorasi. Kata Kunci: Hedging, Bebas Aktif, Otonomi Strategis, Keamanan Maritim, Middle Power, Indo-Pasifik, Rivalitas AS-Tiongkok, ASEAN Centrality
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | J Political Science > JA Political science (General) J Political Science > JC Political theory J Political Science > JZ International relations |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > 67201 - Jurusan Ilmu Politik |
| Depositing User: | Samsul Bah Samsul Yunan |
| Date Deposited: | 06 Aug 2026 01:07 |
| Last Modified: | 06 Aug 2026 01:07 |
| URI: | https://rama.unimal.ac.id/id/eprint/20893 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |




