PUTRI, AISAH (2024) PERGESERAN TRADISI MERJAK SAWAH DENGAN KORO (Studi Kasus di Kampung Kala Pegasing, Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah). S1 thesis, Universitas Malikussaleh.
|
Text
COVER AISAH.pdf Download (212kB) |
|
|
Text
ASBTRAK AISAH.pdf Download (231kB) |
|
|
Text
BAB I AISAH.pdf Download (391kB) |
|
|
Text
DAPUS AISAH.pdf Download (264kB) |
|
|
Text
SKRIPSI AISAH PUTRI.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
Abstract
Merjak dengan koro merupakan tradisi zaman dulu sebelum adanya teknologi modern. Penyebab hilangnya tradisi merjak dengan menggunakan koro adalah karena adanya perkembangan teknologi kemudian pertersedian ternak koro yang sudah berkurang. Membajak sawah menggunakan koro, dulu nya sangat bermanfaat bagi petani, dikarenakan membajak dengan kerbau dinilai lebih baik. Maksud dari persedian ternak yang sudah berkurang itu ialah masyarakat Kampung Kala Pegasing sudah tidak banyak lagi memelihara peternakan kerbau. Maka dari itu peneliti ingin meneliti mengenai, apa dampak dari perkembangan teknologi yang mendorong hilangnya tradisi merjak sawah dengan koro di Kampung Kala Pegasing Kecamatan Pegasing Kabupaten Aceh Tengah serta bagaimana perubahan yang terjadi pada tradisi merjak sawah dengan koro di Kampung Kala Pegasing Kecamatan Pegasing Kabupaten Aceh Tengah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan Teknik pengumpulan data observasi partisipasi, wawancara mendalam serta studi dokumen dan studi literatur. Adapun analisis data yang digunakan yaitu dimulai dari tahap pengumpulan informasi yang peneliti peroleh dari informan yang telah ditentukan. Kemudian menelaah data yang diperoleh secara sistematis, kemudian menarik kesimpulan berdasarkan hasil penelitian. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Penyebab hilangnya tradisi merjak dengan menggunakan koro adalah karena adanya perkembangan teknologi kemudian pertersedian ternak koro yang sudah berkurang. Membajak sawah menggunakan koro, dulunya sangat bermanfaat bagi petani, dikarenakan membajak dengan kerbau dinilai lebih baik. Maksud dari persedian ternak yang sudah berkurang itu ialah masyarakat Kampung Kala Pegasing sudah tidak banyak lagi memelihara peternakan kerbau. Dan pada pasca lues belang masyarakat Kampung Kala Pegasing sudah memanfaatkan lahan untuk penanaman palawija seperti cabe, tomat, bawang dan sebagainya. Perubahan yang dirasakan masyarakat Kampung Kala Pegasing yaitu masa, dimana timbulnya alat canggih sudah berganti pada alat kemudian hewan yang dulu sudah tidak ada lagi, hewan peternakan itu ada tetapi seperti yang dilihat hewan ternak tersebut bisa dihitung. Dengan majunya dunia sudah terkikis sekarang sudah beralih pada alat modern. Adapun keuntungan datangnya alat modern tersebut ialah pekerja lebih cepat, biaya yang kita keluarkan hanya sedikit.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology G Geography. Anthropology. Recreation > GT Manners and customs H Social Sciences > H Social Sciences (General) |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > 82201 - Jurusan Antropologi |
| Depositing User: | AISAH PUTRI |
| Date Deposited: | 29 Jul 2026 07:51 |
| Last Modified: | 29 Jul 2026 07:51 |
| URI: | https://rama.unimal.ac.id/id/eprint/20708 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |




