Miswar, Miswar (2026) MOTIVASI IBU-IBU SOSIALITA MENGADAKAN PENGAJIAN DI CAFE (Studi pada Majelis Ta’lim Nurul Afthar di Kabupaten Aceh Barat). S2 thesis, Universitas Malikussaleh.

[img] Text
Cover.pdf

Download (76kB)
[img] Text
ABSTRAK (2).pdf

Download (144kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (232kB)
[img] Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (182kB)
[img] Text
FULL TEKS TESIS MISWAR.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)

Abstract

Pesatnya pertumbuhan warung kopi di Meulaboh ternyata juga mempengaruhi perubahan tempat mengaji pada kaum ibu-ibu sosialita yang sebelumnya tradisi mengaji itu identiknya di balai pengajian, pesantren, dan di mesjid. Namun seiring perubahan zaman khsususnya bagi ibu-ibu yang merasa segan pergi ke balai pengajian, pesantren dan mesjid jadi mereka membuat pengajian di warung kopi (cafe) sebagai tempat belajar yang ternyaman bagi mereka, apalagi sambil minum kopi. Rumusan masalahnya adalah apa motivasi ibu-ibu sosialita mengadakan pengajian di cafe-cafe, metode-metode pengajian apa saja diterapkan oleh ibu-ibu sosialita ketika mengikuti pengajian di cafe-cafe, bagaimana gaya hidup ibu-ibu sosialita setelah mengikuti pengajian di cafe-cafe. Subjek penelitian ini adalah ibu-ibu sosialita pada Majelis Ta’lim Nurul Afthar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, bersifat field research. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa motivasi ibu-ibu sosialita mengadakan pengajian di cafe-cafe adalah ibu-ibu senang karena mereka tidak merasa kaku, mereka dapat belajar dengan suasana yang nyaman, tentram dan damai. Ibu-ibu juga senang sekali kegiatan pengajian yang mereka adakan di cafe diikuti dan di dengar oleh pengunjung cafe yang datang. Metode pengajian yang diterapkan ibu-ibu sosialita ketika mengikuti pengajian di cafe-cafe adalah pertama, metode bil-lisan; metode bil-lisan didalamnya dilaksanakan dengan pendekatan mau’idzoh hasanah dan ceramah, diwujudkan dengan pengajian rutin ibu-ibu sosialita setiap bulan 2 kali, minggu pertama dan minggu ketiga. Kedua, metode bil-hal, yakni diwujudkan dengan program santunan anak-anak yatim. Ketiga, metode keteladanan, dalam menyampaikan pesan pengajian, seorang Ustadz senantiasa menyesuaikan kondisi penerima pesan (mad’u) sesuai dengan latar belakang pendidikan masyarakat, terutama materi-materi yang baik serta bermanfaat bagi masyarakat, berdakwah bukanlah hal yang mudah, karena seorang Ustadz mengajak masyarakat kepada jalan kebenaran dan mereka harus meninggalkan kebiasaan-kebiasaan yang sudah melekat pada masyarakat yang didakwahinya. Gaya hidup ibu-ibu sosialita setelah mengikuti pengajian di cafe-cafe adalah gaya hidup ibu-ibu sosialita dapat mengalami perubahan positif. Mereka cenderung menjadi lebih religius, lebih sabar, lebih peduli terhadap sesama, dan lebih bijaksana dalam mendidik anak-anak. Pengajian juga menjadi wadah untuk mempererat tali silaturahmi dan menambah pengetahuan agama.

Item Type: Thesis (S2)
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
H Social Sciences > HM Sociology
H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
Divisions: Pascasarjana > 69101 - Magister Sosiologi
Depositing User: Miswar Miswar Miswar
Date Deposited: 29 Jul 2026 03:29
Last Modified: 29 Jul 2026 03:29
URI: https://rama.unimal.ac.id/id/eprint/20694

Actions (login required)

View Item View Item

Latest Collections

Top Downloaded Items

Top Authors

This repository has been indexed by