Maharani, Yosie Graciela (2026) PERLINDUNGAN HUKUM KONSUMEN TERHADAP PEREDARAN PRODUK SKINCARE BERBAHAYA (Studi Putusan Nomor 856/Pid.Sus/2025/PT Makassar). S2 thesis, Universitas Malikussaleh.

[img] Text
Cover Tesis Yosie.pdf

Download (302kB)
[img] Text
Abstrak Tesis Yosie.pdf

Download (292kB)
[img] Text
Bab I tesis Yosie.pdf

Download (567kB)
[img] Text
Daftar Pustaka Tesis Yosie.pdf

Download (348kB)
[img] Text
TESIS YOSIE GRACIELA MAHARANI RAMA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)

Abstract

Pertimbangan hakim dalam Putusan Nomor 856/Pid.Sus/2025/PT Makassar telah tepat menyatakan terdakwa terbukti memproduksi dan mengedarkan produk skincare yang tidak memenuhi standar keamanan, khasiat, dan mutu, sehingga dijatuhi pidana penjara 4 (empat) tahun dan denda Rp1.000.000.000,00 (satu milyar rupiah). Namun, putusan tersebut belum mengakomodasi aspek perlindungan konsumen sebagaimana diatur dalam Pasal 19 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Perlindungan Konsumen mengenai tanggung jawab pelaku usaha untuk memberikan ganti rugi kepada konsumen yang dirugikan. Kondisi ini menimbulkan permasalahan hukum terkait pertimbangan hakim, kesenjangan antara amar putusan dengan prinsip perlindungan konsumen khususnya mengenai tanggung jawab pelaku usaha, serta implikasi putusan terhadap penguatan regulasi dan mekanisme perlindungan konsumen atas peredaran produk skincare berbahaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertimbangan hukum hakim, mengkaji kesenjangan antara amar putusan dengan prinsip-prinsip perlindungan konsumen dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 khususnya terkait tanggung jawab pelaku usaha, serta menilai implikasi hukum putusan tersebut terhadap penguatan regulasi dan mekanisme perlindungan konsumen. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif yang bersifat preskriptif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan kasus, dan pendekatan konseptual. Analisis dilakukan secara kualitatif melalui penafsiran hukum. Bahan hukum terdiri atas bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertimbangan hakim dalam Putusan Nomor 856/Pid.Sus/2025/PT Makassar menitikberatkan pada pembuktian tindak pidana berdasarkan Undang-Undang Kesehatan dalam kasus peredaran skincare berbahaya. Amar putusan hanya menjatuhkan pidana penjara dan denda tanpa perintah ganti rugi, padahal Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen mewajibkan kompensasi berupa pengembalian uang, penggantian barang, perawatan, dan/atau santunan. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan antara amar putusan dan prinsip perlindungan konsumen. Implikasinya, penegakan hukum masih bersifat represif dan belum menjamin pemulihan hak konsumen. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan hukum yang lebih menyeluruh agar selain menghukum pelaku usaha, juga memastikan perlindungan dan pemulihan bagi konsumen. Kata Kunci: Perlindungan Hukum, Konsumen, Tanggung Jawab, Pelaku Usaha, Skincare Berbahaya.

Item Type: Thesis (S2)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Pascasarjana > 74101 - Magister Hukum
Depositing User: Yosie Graciela Maharani
Date Deposited: 23 Jul 2026 08:33
Last Modified: 23 Jul 2026 08:33
URI: https://rama.unimal.ac.id/id/eprint/20579

Actions (login required)

View Item View Item

Latest Collections

Top Downloaded Items

Top Authors

This repository has been indexed by