FAHREZA, DIMAS APRILIANDO (2026) ANALISIS YURIDIS PENANGANAN KASUS PENGANIAYAAN OLEH ANAK DALAM SISTEM PERADILAN PIDANA ANAK (Studi Putusan Nomor 16/PID.SUS-ANAK/2023/PN.MDN). S1 thesis, Universitas Malikussaleh.
|
Text
COVER.pdf Download (19kB) |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (72kB) |
|
|
Text
BAB 1.pdf Download (180kB) |
|
|
Text
DAPUS.pdf Download (88kB) |
|
|
Text
FULL TEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (15MB) |
Abstract
Penelitian ini menuliskan belum optimalnya penerapan diversi dalam penanganan tindak pidana penganiayaan yang dilakukan oleh anak, meskipun Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak secara tegas mewajibkan pelaksanaannya pada setiap tahapan proses peradilan. Kondisi tersebut tercermin dalam Putusan Nomor 16/Pid.Sus-Anak/2023/PN Mdn, di mana perkara anak diproses melalui peradilan formal tanpa adanya upaya diversi sejak tahap penyidikan. Penelitian ini merumuskan permasalahan mengenai pengaturan hukum penanganan tindak pidana penganiayaan oleh anak dan pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan putusan terhadap anak pelaku. Tujuan dari penelitian ini membahas konsep diversi, keadilan restoratif, perlindungan anak, dan prinsip kepentingan terbaik bagi anak sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan nasional serta instrumen hukum internasional. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan Pendekatan kasus melalui analisis terhadap Putusan Nomor 16/Pid.Sus-Anak/2023/PN Mdn. Hasil penelitian menunjukkan bahwasanya pengaturan hukum mengenai diversi telah diatur secara jelas dan bersifat wajib, namun dalam praktiknya belum dilaksanakan secara optimal oleh aparat penegak hukum. Tidak terdapat upaya diversi sejak tahap penyidikan hingga persidangan meskipun syarat normatif telah terpenuhi. Kemudian hakim menjatuhkan tindakan berupa pengembalian anak kepada orang tua dengan mempertimbangkan usia dan latar belakang sosial. Permasalahan utama dalam penyelesaian kasus pada Putusan Nomor 16/Pid.Sus- Anak/2023/PN Mdn. Kurangnya pemahaman dan konsistensi aparat penegak hukum dalam menerapkan prinsip diversi dan keadilan restoratif. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan koordinasi, pelatihan dan komitmen aparat penegak hukum agar pelaksanaan diversi dapat berjalan secara adil dan di laksanakan. Saran penulis bahwasan-nya aparat penegak hukum mulai dari kepolisian,kejaksaan hingga pengadilan seharus-nya konsisten dalam menegakkan keadilan dan harus menguasai semua aspek yuridis terkhususnya Undang-Undang tentang Anak.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Hukum > 74201 - Program Studi Ilmu Hukum |
| Depositing User: | DIMAS APRILIANDO FAHREZA |
| Date Deposited: | 13 Jul 2026 06:31 |
| Last Modified: | 13 Jul 2026 06:31 |
| URI: | https://rama.unimal.ac.id/id/eprint/20382 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |




