FEBRIYANTI, SHINTYA (2026) STRATEGI POLITIK CALON BUPATI KABUPATEN SERDANG BEDAGAI SUMATERA UTARA SEBAGAI PASANGAN CALON TUNGGAL PADA PILKADA 2024. S1 thesis, Universitas Malikussaleh.

[img] Text
COVER SHINTYA FEBRIYANTI_220220046.pdf

Download (125kB)
[img] Text
ABSTRAK SHINTYA FEBRIYANTI_220220046.pdf

Download (224kB)
[img] Text
BAB 1 SHINTYA FEBRIYANTI_220220046.pdf

Download (278kB)
[img] Text
DAPUS SHINTYA FEBRIYANTI_220220046.pdf

Download (216kB)
[img] Text
SKRIPSI SHINTYA FEBRIYANTI_220220046.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)

Abstract

Fenomena calon tunggal dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) merupakan indikasi melemahnya kompetisi demokratis di tingkat lokal, terutama ketika dominasi koalisi partai menutup ruang bagi munculnya kandidat alternatif. Pilkada Kabupaten Serdang Bedagai 2024 menjadi kasus yang relevan karena pasangan Darma Wijaya–Adlin Tambunan ("Dambaan") maju sebagai satu-satunya pasangan calon, didukung 13 dari 14 partai politik. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi politik calon tunggal, faktor-faktor yang memengaruhi kemenangannya, serta implikasinya terhadap kualitas demokrasi dan legitimasi politik daerah. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap tujuh kategori informan mencakup DPRD, LSM, Bawaslu, partai pendukung, partai non-pendukung, Bupati, dan masyarakat, serta dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi utama yang diterapkan adalah komunikasi politik berbasis kinerja (performance-based communication) dengan tingkat kepuasan masyarakat mencapai 86%, penggalangan dukungan seluruh partai melalui pendekatan inklusif, serta mobilisasi jaringan sosial informal hingga akar rumput. Pasangan Dambaan meraih 91,61% suara sah, unggul di seluruh 17 kecamatan, dengan perolehan tertinggi di Kecamatan Bintang Bayu sebesar 96,9% dan terendah di Kecamatan Tebing Syahbandar sebesar 83,92%. Kemenangan ini ditopang oleh figurisme petahana, kartelisasi koalisi partai, ketimpangan sumber daya politik-ekonomi, serta budaya paternalistik yang mengakar. Meski unggul secara elektoral, tingkat partisipasi pemilih yang hanya mencapai 57,17% mengindikasikan defisit legitimasi substantif yang perlu ditangani melalui reformasi sistem rekrutmen partai dan penyederhanaan mekanisme pencalonan.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: J Political Science > JA Political science (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > 67201 - Jurusan Ilmu Politik
Depositing User: Shintya Febriyanti
Date Deposited: 07 Jul 2026 02:36
Last Modified: 07 Jul 2026 02:36
URI: https://rama.unimal.ac.id/id/eprint/20313

Actions (login required)

View Item View Item

Latest Collections

Top Downloaded Items

Top Authors

This repository has been indexed by