DEWI, AGRIVA LANA (2026) ANALISIS YURIDIS TERHADAP ANAK PELAKU TINDAK PIDANA PENCURIAN DENGAN KEKERASAN (Studi Putusan Nomor 76/Pid.Sus-Anak/2023/PN. Mdn). S1 thesis, Universitas Malikussaleh.

[img] Text
COVER AGRIVA.pdf

Download (123kB)
[img] Text
ABSTRAK AGRIVA.pdf

Download (223kB)
[img] Text
BAB I AGRIVA.pdf

Download (284kB)
[img] Text
DAPUS AGRIVA.pdf

Download (206kB)
[img] Text
SKRIPSI AGRIVA 220510299.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)

Abstract

Anak sebagai pelaku tindak pidana pencurian dengan kekerasan di Indonesia perlu ditangani dengan serius. Putusan Pengadilan Negeri Medan Nomor: 76/Pid.SusAnak/2023/PN. Mdn dipilih sebagai objek studi karena memperlihatkan penerapan hukum pidana terhadap anak pelaku pencurian dengan kekerasan. Meskipun ketentuan larangan dan sanksi pidana telah diatur secara tegas dalam Pasal 365 ayat (2) ke-1 dan ke-2 KUHP jo Undang-undang Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, kenyataannya masih banyak pelaku anak yang lolos dengan hukuman ringan. Kondisi ini menunjukkan bahwa penegakan hukum belum berjalan efektif untuk mencapai tujuan keadilan, kepastian, dan kemanfaatan hukum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan hukum terhadap anak pelaku tindak pidana pencurian dengan kekerasan dan pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan terhadap anak pelaku tindak pidana pencurian dengan kekerasan (Studi Putusan Nomor 76/Pid.SusAnak/2023/PN. Mdn). Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan undang-undang (statute approach) dan pendekatan kasus (case approach). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakim telah menerapkan unsur Pasal 365 ayat (2) ke-1 dan ke-2 KUHP sebagai dasar delik dan Undangundang Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Anak sebagai dasar pengaturan pemindaan anak. Berdasarkan Putusan Nomor 76/Pid.SusAnak/2023/PN. Mdn anak tetap dijatuhkan pidana penjara 1 (satu) Bulan 10 (sepuluh) hari karena mempertimbangkan keadaan yang meringankan. Keadaan yang meringankan itu antara lain anak sopan di persidangan, mengakui dan menyesali perbuatannya, berjanji tidak mengulangi, dan telah berdamai dengan korban. Dengan begitu Putusan tersebut mencerminkan keadilan substantif karena hukum pidana menimbulkan luka maka keadilan harus memulihkan. Disarankan agar hakim lebih fokus membantu anak-anak memperbaiki keadaan dan memberikan bimbingan yang baik untuk mencegah mereka melakukan halhal buruk lagi, sehingga putusan lebih proporsional dan selaras dengan asas kepentingan terbaik bagi anak.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum > 74201 - Program Studi Ilmu Hukum
Depositing User: AGRIVA LANA DEWI
Date Deposited: 01 Jul 2026 06:52
Last Modified: 01 Jul 2026 06:52
URI: https://rama.unimal.ac.id/id/eprint/20242

Actions (login required)

View Item View Item

Latest Collections

Top Downloaded Items

Top Authors

This repository has been indexed by