Fathia, Nabila (2026) PENYELESAIAN WANPRESTASI MELALUI TANGGUNG RENTENG DI KOPERASI MITRA DHUAFA SYARIAH CABANG LHOKSEUMAWE. S1 thesis, Universitas Malikussaleh.
|
Text
cover na.pdf Download (205kB) |
|
|
Text
abstrak na.pdf Download (299kB) |
|
|
Text
bab 1 na.pdf Download (461kB) |
|
|
Text
dapus na.pdf Download (291kB) |
|
|
Text
SKRIPSI NABILA FATHIA-210510184 REVISI (1).pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
Abstract
Penyelesaian kasus wanprestasi melalui tanggung renteng pada Koperasi Mitra Dhuafa Syariah Cabang Lhokseumawe. Sistem tanggung renteng yang diadopsi dari model Grameen Bank bertujuan meningkatkan disiplin pembayaran dan solidaritas kelompok, namun dalam praktiknya menimbulkan beban hukum dan sosial bagi anggota yang tidak melakukan wanprestasi. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah bagaimana mekanisme penyelesaian wanprestasi melalui tanggung renteng diterapkan, apa saja hambatan yang dihadapi, serta bagaimana upaya penyelesaian di Koperasi Mitra Dhuafa Syariah Cabang Lhokseumawe. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris. Data diperoleh melalui wawancara dengan pengurus koperasi dan anggota pembiayaan kelompok, serta studi dokumentasi. Analisis dilakukan dengan mengaitkan fakta empiris dengan norma hukum yang berlaku, khususnya Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata), Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh, serta prinsip-prinsip hukum Islam dan fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Koperasi Mitra Dhuafa Syariah Cabang Lhokseumawe, diketahui bahwa mekanisme penyelesaian wanprestasi dalam sistem tanggung renteng dilaksanakan melalui pendekatan nonlitigasi yang mengedepankan musyawarah, tanggung jawab bersama kelompok, rescheduling, serta pendampingan terhadap anggota yang mengalami kesulitan pembayaran. Dari perspektif hukum syariah, mekanisme tersebut pada dasarnya telah sesuai dengan prinsip-prinsip syariah dan memiliki kesesuaian dengan konsep kafalah diatur dalam Fatwa DSN-MUI Nomor 11/DSN-MUI/IV/2000 tentang Kafalah dan Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah (KHES) Pasal 352–360. Namun, dalam pelaksanaannya ditemukan beberapa hambatan, yaitu rendahnya pemahaman anggota terhadap akad dan konsekuensi tanggung renteng, kurangnya disiplin anggota, lemahnya solidaritas kelompok, kondisi ekonomi anggota yang tidak stabil, keterbatasan dana cadangan kelompok, serta kurang tegasnya aturan terhadap anggota yang beritikad tidak baik. Untuk mengatasi hambatan tersebut, KOMIDA Syariah melakukan upaya seperti pendampingan usaha, musyawarah rutin, pemanfaatan dana kelompok, serta penerapan prinsip-prinsip syariah berupa keadilan (al-'adl), tolong-menolong (ta'awun), dan kasih sayang (rahmah). Disimpulkan bahwa penyelesaian wanprestasi tanggung renteng di KOMIDA Syariah Cabang Lhokseumawe telah berjalan sesuai dengan prinsip hukum syariah dan lebih dekat dengan konsep kafalah, namun efektivitas pelaksanaannya masih memerlukan penguatan edukasi akad, peningkatan kesadaran hukum anggota, serta penguatan sistem mitigasi risiko agar tercipta keadilan dan kemaslahatan bagi seluruh pihak yang terlibat.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Hukum > 74201 - Program Studi Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Nabila Fathia |
| Date Deposited: | 29 Jun 2026 08:05 |
| Last Modified: | 29 Jun 2026 08:05 |
| URI: | https://rama.unimal.ac.id/id/eprint/20208 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |




