SETIANI, YULIS (2026) PERAN MEDIASI DALAM PENYELESAIAN SENGKETA WANPRESTASI UTANG PIUTANG DENGAN JAMINAN SERTIFIKAT TANAH (Studi Penelitian Di Pengadilan Negeri Takengon). S1 thesis, Universitas Malikussaleh.
|
Text
COVER YULIS SETIANI.pdf Download (19kB) |
|
|
Text
ABSTRAK YULIS SETIANI.pdf Download (201kB) |
|
|
Text
BAB 1 YULIS SETIANI.pdf Download (471kB) |
|
|
Text
DAPUS YULIS SETIANI.pdf Download (449kB) |
|
|
Text
YULIS SETIANI.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
Abstract
Penyelesaian perkara perdata khususnya sengketa wanprestasi di Indonesia diadili di Pengadilan Negeri. Berdasarkan Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2016 tentang Prosedur Mediasi, Pelaksanaan mediasi tidak selalu berhasil karena dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kemampuan komunikasi para pihak, kehadiran pihak yang bersengketa dan peran hakim mediator dalam proses pelaksanaan mediasi tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan mediasi sebagai salah satu proses penyelesaian sengketa wanprestasi utang piutang dengan jaminan sertifikat tanah dilakukan di Pengadilan Negeri Takengon. Metode penelitian yang digunakan dalam permasalahan tersebut adalah yuridis empiris, dengan pendekatan penelitian secara sosiologis, yakni melakukan wawancara langsung terhadap orang yang bersangkutan dengan sengketa wanprestasi utang piutang dengan jaminan sertifikat tanah. Penelitian ini dilakukan di Pengadilan Negeri Takengon, analisis data yang dilakukan secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengadilan Negeri Takengon telah mengikuti proses penyelesaian sengketa wanprestasi sesuai dengan prosedur yang terdapat pada PERMA No 1 Tahun 2016. Pengadilan Negeri Takengon mengalami berbagai kendala yang dihadapi selama proses mediasi berlangsung sehingga dapat memengaruhi hasil mediasi, seperti ketidak hadiran para pihak, kurangnya iktikad baik para pihak serta para pihak yang tidak dapat menurunkan egonya masing-masing. Selain itu, wakktu pelaksanaan mediasi yang relatif lebih lama dibandingkan dengan Gugatan Sederhana. Oleh karena itu, sebagai solusi sejak tahun 2019 Pengadilan Negeri Takengon menerapkan sistem Gugatan Sederhana pada sengketa yang nominal jaminannya tidak melebihi Rp.500.000.00 sebagai penyelesaian sengketa wanpretasi utang piutang dengan jaminan sertifikat tanah pengganti mediasi. Penullis menyarankan untuk lebih mengutamakan proses mediasi untuk perkara wanprestasi utang piutang dengan jaminan sertifikat tanah dibandingkan dengan gugatan sederhana. Hal ini dapat mempengaruhi hasil putusan dan kepuasan bagi para pihak dalam penyelesaian sengketa wanprestasi utang piutang dengan jaminan sertifikat tanah. Selain itu perlu adanya pemberian pengetahuan kepada para pihak dan masyarakat luas mengenai keuntungan menyelesaikan perkara melalui mediasi di Pengadilan Negeri Takengon.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Hukum > 74201 - Program Studi Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Yulis Setiani |
| Date Deposited: | 31 Aug 2026 03:53 |
| Last Modified: | 31 Aug 2026 03:53 |
| URI: | https://rama.unimal.ac.id/id/eprint/20204 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |




