ULFIATURRIZKI, ULFIATURRIZKI (2026) IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KOTA LAYAK ANAK DI KOTA LHOKSEUMAWE. S1 thesis, Universitas Malikussaleh.
|
Text
COVER.pdf Download (119kB) |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (197kB) |
|
|
Text
BAB 1.pdf Download (232kB) |
|
|
Text
DAPUS.pdf Download (177kB) |
|
|
Text
FULL TEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (9MB) |
Abstract
Kebijakan Kota Layak Anak diimplementasikan di Kota Lhokseumawe pada tahun 2016. Namun, landasan hukum yang secara khusus mengatur pelaksanaan kebijakan tersebut baru ditetapkan pada tahun 2020 melalui Peraturan Wali Kota Nomor 27 Tahun 2020 tentang Pengembangan Kota Layak Anak. Kota Lhokseumawe telah meraih 3 penghargaan Kota Layak Anak, yaitu kategori Pratama pada tahun 2020, kategori Madya pada tahun 2023, dan peringkat kategori Nindya berhasil diraih pada tahun 2025, akan tetapi, masih ditemukan berbagai permasalahan, seperti meningkatnya kasus kekerasan terhadap anak, kurangnya ketersediaan arena bermain anak yang layak, masih adanya perokok aktif di sekitar anak-anak, serta keberadaan promosi rokok di beberapa titik di Kota Lhokseumawe. Maka dari itu penulis ingin meneliti lebih dalam terkait hal tersebut dengan judul Implementasi Kebijakan Kota Layak Anak di Kota Lhokseumawe. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi kebijakan Kota Layak Anak di Kota Lhokseumawe serta mengidentifikasi faktor-faktor penghambat dalam pelaksanaannya. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data yang diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi dengan informan penelitian terdiri dari Pemerintah Kota Lhokseumawe, dinas terkait, tokoh masyarakat dan anak di Kota Lhokseumawe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan Kota Layak Anak di Kota Lhokseumawe belum sepenuhnya optimal dikarenakan belum memenuhi semua indikator Kota Layak Anak. Kebijakan Kota Layak Anak di Kota Lhokseumawe telah dilaksanakan melalui berbagai program, di antaranya Forum Anak yang telah terbentuk di beberapa gampong di Kota Lhokseumawe, Sekolah Ramah Anak, pengembangan Gampong Layak Anak, serta penyediaan Layanan Puskesmas Ramah Anak. Namun demikian, implementasi kebijakan ini masih menghadapi beberapa hambatan, antara lain kurangnya anggaran yang mengakibatkan beberapa kegiatan tidak dapat dilaksanakan, kurangnya sosialisasi menjadi penyebab masyarakat tidak mengetahui tentang kebijakan KLA, dan kurangnya Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) serta kepatuhan aktor .
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > 63201 - Jurusan Administrasi Publik |
| Depositing User: | Ulfiatur Rizki Saudah |
| Date Deposited: | 23 Jun 2026 08:20 |
| Last Modified: | 23 Jun 2026 08:20 |
| URI: | https://rama.unimal.ac.id/id/eprint/20141 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |




