HASANAH, USWATUN (2026) SIFAT FISIKO-KIMIA PENGENDALI STOK KARBON DAN FOSFOR TANAH SAWAH IRIGASI DAN NON-IRIGASI DI KABUPATEN ACEH UTARA. S2 thesis, Universitas Malikussaleh.
|
Text
cover.pdf Download (33kB) |
|
|
Text
abstrak.pdf Download (6kB) |
|
|
Text
bab 1.pdf Download (151kB) |
|
|
Text
daftar pustaka.pdf Download (155kB) |
|
|
Text
TESIS Uswatun Hasanah_245411101001.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) |
Abstract
Stok karbon tanah mempunyai peran penting dalam mengatasi pemanasan global akibat peningkatan karbon dioksida di atmosfer. Perbedaan karakteristik antara tanah sawah irigasi dan non-irigasi dapat mempengaruhi sifat fisiko-kimia, sehingga akan berpengaruh pada ketersediaan stok karbon dan fosfor tanah. Fosfor sebagai salah satu unsur hara esensial yang diperlukan dalam jumlah yang relatif banyak. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan sifat fisiko-kimia terhadap ketersediaan stok karbon dan fosfor tanah. Pelitian ini dilaksanakan di 3 Kecamatan yaitu,Lhoksukon, Banda Baro, dan Syamtalira Aron. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dan menggunakan metode survey, sampel tanah diambil dari 12 profil tanah, masing-masing di ambil dari kedalaman 0-20, 20-40, 40-60 sehingga diperoleh 36 sampel tanah. Pengambilan sampel tanah dilakukan dengan menggunakan ring sampel untuk tanah utuh, dan 1 kg tanah tak utuh. Analisis sampel tanah dilakukan di Laboratorium Ilmu Tanah Universitas Malikussaleh dan Laboratorium Ilmu Tanah Universitas Bengkulu. Hasil penelitian menunjukkan sifat fisiko-kimia sawah irigasi dan non-irigasi bervariasi. Fraksi pasir tertinggi terdapat pada tipe sawah non-irigasi 1x tanam, yaitu pada kedalaman 40-60 sebesar 37,31%. Fraksi debu tertinggi terdapat pada tipe sawah non-irigasi 1x tanam, yaitu pada kedalaman 20-40 sebesar 37,53%. Fraksi liat tertinggi terdapat pada tipe sawah irigasi 2x tanam, yaitu pada kedalaman 40-60 sebesar 69,67%. Kelembapan tertinggi terdapat pada tipe sawah irigasi 1x tanam, 2x tanam dan non-irigasi 2x tanam yaitu sebesar 99 oC. Suhu tertinggi terdapat pada tipe sawah non-irigasi 1x tanam, yaitu pada kedalaman 0- 20 sebesar 34,9 oC. Bulk density tertinggi terdapat pada tipe sawah irigasi 1x tanam, yaitu pada kedalaman 20-60 sebesar 1,66 g/cm3 . Kadar air tertinggi terdapat pada tipe sawah irigasi 2x tanam, yaitu pada kedalaman 40-60 sebesar 43.7%. Reaksi tanah tertinggi terdapat pada tipe sawah irigasi 1x tanam, yaitu pada kedalaman 20-40 sebesar 6,36. Kapasitas tukar kation tertinggi terdapat pada tipe sawah irigasi 2x tanam, yaitu pada kedalaman 20-40 sebesar 33,05 me/100g. Salinitas tertinggi terdapat pada tipe sawah irigasi 1x tanam, yaitu pada kedalaman 0-20 sebesar 4,47 dS/m. C-organik tertinggi terdapat pada tipe sawah irigasi 1x tanam, yaitu pada kedalaman 0-20 sebesar 6,84%. P-tersedia tertinggi terdapat pada tipe sawah irigasi 2x tanam, yaitu pada kedalaman 0-20 sebesar 5,03 ppm. Total stok karbon tertinggi terdapat pada tipe sawah irigasi 1x, yaitu pada kedalaman 0-20 sebesar 495.79 Mg C/ha. Sifat fisiko-kimia yang mempengaruhi stok karbon yaitu, salinitas , kapasitas tukar kation, C-organik, Ptersedia. Sifat fisiko kimia yang mempengaruhi fosfor yaitu, fraksi pasir, bulk density, salinitas , kapasitas tukar kation, dan C-organik.
| Item Type: | Thesis (S2) |
|---|---|
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions: | Pascasarjana > 54111 - Magister Agroekoteknologi |
| Depositing User: | USWATUN HASANAH |
| Date Deposited: | 11 Jun 2026 08:15 |
| Last Modified: | 11 Jun 2026 08:15 |
| URI: | https://rama.unimal.ac.id/id/eprint/20032 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |




