HILDA, RAUZANA (2026) MODEL PENYELESAIAN SENGKETA KONFLIK SOSIAL MASYARAKAT NELAYAN (Studi Kasus Pada Masyarakat Nelayan Lhok Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen). S1 thesis, universitas maIikussaIeh.

[img] Text
COVER.pdf

Download (1MB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (1MB)
[img] Text
BAB 1.pdf

Download (1MB)
[img] Text
PUSTAKAAN.pdf

Download (1MB)
[img] Text
skripsi Rauzana Hilda.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
Official URL: https://rama.unimal.ac.id/

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini mengkaji model penyelesaian sengketa konflik sosial pada masyarakat nelayan di Lhok Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen. Penelitian ini berangkat dari realitas adanya perselisihan yang berulang di kalangan nelayan, terutama pada musim ikan ketika persaingan dalam memanfaatkan wilayah tangkap meningkat. Meskipun perselisihan tersebut muncul secara berkala, penyelesaiannya secara konsisten dilakukan melalui mekanisme adat tanpa melibatkan lembaga hukum formal.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk kearifan lokal yang melekat dalam proses penyelesaian sengketa serta menganalisis model penyelesaian yang diterapkan dalam komunitas nelayan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi nonpartisipatif, dan studi dokumentasi. Informan penelitian meliputi Panglima Laot, nelayan, dan tokoh masyarakat setempat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelesaian sengketa terlembagakan dalam sistem pemerintahan adat laut yang dipimpin oleh Panglima Laot. Mekanisme seperti Suloh (perdamaian), musyawarah adat, serta Peusijuk dan Peumat Jaroe sebagai simbol rekonsiliasi merupakan bagian integral dari proses penyelesaian. Model penyelesaian sengketa yang diterapkan bersifat bertahap dan kontekstual. Perselisihan yang bersifat ringan diselesaikan melalui kesepakatan langsung antar pihak, sedangkan persoalan yang lebih kompleks diselesaikan melalui forum musyawarah adat. Model ini menekankan dialog, pembentukan kesepakatan bersama, pemulihan hubungan sosial, serta kepatuhan kolektif terhadap hukom adat laot.Penelitian ini menyimpulkan bahwa model penyelesaian sengketa berbasis kearifan lokal tersebut menunjukkan efektivitas kelembagaan dalam menjaga kohesi sosial serta mencegah meluasnya perselisihan di kalangan masyarakat nelayan. Keberlanjutan model ini ditopang oleh legitimasi adat yang kuat, kepercayaan sosial, dan internalisasi norma-norma adat dalam kehidupan komunitas. Temuan ini memberikan kontribusi terhadap kajian resolusi konflik berbasis komunitas serta menegaskan relevansi sistem pemerintahan adat dalam pengelolaan sengketa sosial berbasis sumber daya. Kata kunci: Model penyelesaian sengketa, Konflik sosial, Masyarakat nelayan, Kearifan lokal, Panglima Laot.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology
H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > 69201 - Jurusan Sosiologi
Depositing User: Rauzana Hilda
Date Deposited: 08 Jun 2026 03:14
Last Modified: 08 Jun 2026 03:14
URI: https://rama.unimal.ac.id/id/eprint/19935

Actions (login required)

View Item View Item

Latest Collections

Top Downloaded Items

Top Authors

This repository has been indexed by