ERDYANTHORO, BAGUS (2025) PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK (KORBAN) TINDAK PIDANA PEMERKOSAAN (Studi Penelitian Di Kota Lhokseumawe). S2 thesis, universitas malikussaleh.
|
Text
COVER.pdf Download (192kB) |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (192kB) |
|
|
Text
PENDAHULUAN I.pdf Download (422kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (404kB) |
|
|
Text
TESIS LENGKAP.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
Abstract
RINGKASAN Perlindungan Hukum Terhadap Anak (Korban) Tindak Pidana Pemerkosaan ( Studi Penelitian di Kota Lhokseumawe) Pemerkosaan adalah tindakan pemaksaan hubungan seksual yang dilakukan tanpa persetujuan korban. Fenomena tindak pidana pemerkosaan pada saat ini kebanyakan dilakukan terhadap anak yang masih dibawah umur. Kota Lhokseumawe merupakan salah satu kota yang banyak terjadinya kasus tindak pidana pemerkosaan terhadap anak. Pasal 59 Undang-Undang Perlindungan Anak menyatakan pemerintah daerah dan Lembaga penegak hukum berkewajiban dan bertanggungjawab memberikan perlindungan khusus kepada anak korban tindak pidana pemerkosaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis perlindungan hukum terhadap anak (korban) Tindak Pidana Pemerkosaan di Kota Lhokseumawe, dan untuk menganalisis hambatan dan solusi institusi penegak hukum dalam pemberian perlindungan hukum terhadap Anak (korban) tindak pidana pemerkosaan di Kota Lhokseumawe. Penelitian ini menggunakan metode penelitian empiris dengan pendekatan kasus, yang bertitik tolak pada data primer, yaitu data yang didapat langsung dari masyarakat maupun dari lembaga terkait. Hasil penelitian didapatkan Perlindungan hukum terhadap anak korban tindak pidana pemerkosaan di kota Lhokseumawe masih terdapat kekurangan yaitu belum dapat memberikan perlindungan ruman aman sementara seperti yang telah diatur dalam Pasal 59 ayat (1) Undang-Undang Perlindungan Anak Joncto Pasal 5 ayat 1 huruf (k) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2006 Tentang Perlindungan Saksi Dan Korban sehingga anak (korban) masih mendapatkan ancaman dan intimidasi dari pihak tidak bertanggungjawab. Hambatan institusi penegak hukum dalam pemberian perlindungan hukum terhadap Anak (korban) tindak pidana pemerkosaan di Kota Lhokseumawe yaitu belum adanya rumah aman sementara khusus untuk anak (korban) tindak pidana pemerkosaan solusi terhadap hal tersebut jika diperlukan maka anak (korban) akan ditempatkan di sebuah penginapan yang ada di Lhokseumawe. Disarankan agar aparat penegak hukum dan dinas DP3AP2KB kota Lhokseumawe dapat memberikan perlindungan hukum jaminan terhadap anak korban pemerkosaan terhindar dari ancaman dan intimidasi keluarga pelaku. Disarankan agar Lembaga Penegak Hukum dan dinas DP3AP2KB kota Lhokseumawe dapat menyediakan rumah aman sementara khusus untuk anak (korban) tindak pidana pemerkosaan.
| Item Type: | Thesis (S2) |
|---|---|
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Pascasarjana > 74101 - Magister Hukum |
| Depositing User: | Bagus Erdhyantoro |
| Date Deposited: | 04 Jun 2026 08:19 |
| Last Modified: | 04 Jun 2026 08:19 |
| URI: | https://rama.unimal.ac.id/id/eprint/19920 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |




