RITONGA, NASYWA AQILA (2026) KOLABORASI AKTOR DALAM PENANGGULANGAN KRIMINALITAS DI KECAMATAN MEDAN AMPLAS. S1 thesis, Universitas Malikussaleh.
|
Text
COVER NASYWA AQILA RITONGA.pdf Download (215kB) |
|
|
Text
ABSTRAK NASYWA AQILA RITONGA.pdf Download (280kB) |
|
|
Text
BAB 1 NASYWA AQILA RITONGA.pdf Download (381kB) |
|
|
Text
DAPUS NASYWA AQILA RITONGA.pdf Download (254kB) |
|
|
Text
NASYWA AQILA RITONGA.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
Abstract
Tingginya angka kriminalitas di Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan, masih menjadi permasalahan serius yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Berbagai bentuk kejahatan seperti pencurian dengan kekerasan (begal), tawuran, balap liar, dan premanisme masih sering terjadi, terutama di titik rawan seperti kawasan Simpang Amplas. Kondisi ini menunjukkan bahwa penanggulangan kriminalitas memerlukan pendekatan kolaboratif lintas aktor. Penelitian ini bertujuan menganalisis kolaborasi aktor dalam penanggulangan kriminalitas di Kecamatan Medan Amplas menggunakan pendekatan Collaborative Governance Ansell & Gash, (2007) yang meliputi dialog tatap muka, membangun kepercayaan, komitmen kolaborasi, pemahaman bersama, dan hasil antara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan terdiri dari kepolisian, TNI, Satpol PP, pemerintah kecamatan, dan masyarakat. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi aktor diwujudkan melalui patroli gabungan, pembentukan Satgas Anti Tawuran, dan pengamanan di lokasi rawan. Dialog tatap muka dilakukan melalui apel dan koordinasi langsung, namun masih didominasi aktor formal. Kepercayaan antar lembaga sudah terjadi, tetapi kepercayaan masyarakat belum merata. Komitmen aktor sudah berjalan sesuai tugas, namun belum terintegrasi secara optimal. Pemahaman bersama telah terbentuk, meskipun implementasinya belum sepenuhnya selaras. Hasil antara menunjukkan adanya penurunan gangguan kamtibmas di beberapa titik, namun belum signifikan. Penelitian ini menemukan hambatan berupa rendahnya partisipasi masyarakat, keterbatasan komunikasi, dan belum optimalnya koordinasi lintas sektor. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kolaborasi yang lebih terstruktur dan peningkatan partisipasi masyarakat agar penanggulangan kriminalitas lebih efektif dan berkelanjutan serta penguatan peran masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan secara berkelanjutan dan partisipatif aktif.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > 63201 - Jurusan Administrasi Publik |
| Depositing User: | Nasywa Aqila Ritonga |
| Date Deposited: | 04 Jun 2026 02:49 |
| Last Modified: | 04 Jun 2026 02:49 |
| URI: | https://rama.unimal.ac.id/id/eprint/19911 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |




