NADIRA, FANNISA (2026) CLUSTERING VAKSINASI PENYAKIT MULUT DAN KUKU (PMK) PADA HEWAN BERKUKU GENAP/BELAH (CLOVEN-HOOFED) MENGGUNAKAN ALGORITMA FUZZY C-MEANS (STUDI KASUS: PROVINSI ACEH). S1 thesis, Universitas Malikussaleh.
|
Text
COVER_FANNISA NADIRA.pdf Download (189kB) |
|
|
Text
ABSTRAK_FANNISA NADIRA.pdf Download (231kB) |
|
|
Text
BAB I_FANNISA NADIRA.pdf Download (264kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA_FANNISA NADIRA.pdf Download (201kB) |
|
|
Text
TUGAS AKHIR_FANNISA NADIRA.pdf Restricted to Registered users only Download (4MB) |
Abstract
Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) merupakan penyakit hewan menular strategis yang menyerang hewan berkuku genap/belah dan berdampak signifikan terhadap keberlanjutan sektor peternakan di Indonesia. Sejak kembali merebak pada tahun 2022, Provinsi Aceh menjadi salah satu wilayah dengan tingkat kasus dan aktivitas vaksinasi yang tinggi, seiring besarnya populasi ternak serta perbedaan cakupan vaksinasi antar kabupaten/kota. Vaksinasi massal telah menjadi strategi utama pengendalian PMK, namun distribusi dan karakteristik vaksinasi perlu dianalisis secara lebih komprehensif berbasis data. Penelitian ini bertujuan untuk mengelompokkan data vaksinasi PMK di Provinsi Aceh periode 2022–2024 menggunakan algoritma Fuzzy C-Means (FCM) guna mengidentifikasi pola distribusi vaksinasi serta karakteristik ternak yang tervaksinasi. Dataset penelitian mencakup atribut jenis hewan, rumpun, jenis kelamin, umur, program vaksinasi, dan urutan dosis vaksin. Proses clustering menghasilkan enam cluster dengan ukuran yang bervariasi, mencerminkan heterogenitas karakteristik ternak dan program vaksinasi di wilayah penelitian. Hasil analisis menunjukkan bahwa populasi ternak di Provinsi Aceh didominasi oleh sapi, khususnya sapi betina produktif dari rumpun sapi Aceh dan sapi lokal Indonesia. Berdasarkan struktur umur, cluster terbagi ke dalam tiga kelompok utama, yaitu hewan muda sebagai sasaran vaksinasi primer, hewan produktif usia menengah untuk vaksinasi lanjutan, serta hewan dewasa-tua produktif untuk vaksinasi pemeliharaan. Program vaksinasi yang paling dominan adalah Vaksinasi Nasional 2023-Cavac dengan dosis pertama dan kedua sebagai dosis terbanyak. Evaluasi kualitas clustering menggunakan CHI, DBI dan SI menunjukkan bahwa model FCM memiliki performa sangat baik dalam memetakan pola vaksinasi PMK. Dengan demikian, penelitian ini membuktikan bahwa algoritma FCM efektif dalam mendukung analisis distribusi vaksinasi PMK dan dapat dimanfaatkan sebagai dasar perencanaan strategi vaksinasi yang lebih tepat sasaran, efisien, dan berkelanjutan di Provinsi Aceh. Kata Kunci: Penyakit Mulut dan Kuku, Vaksinasi, Clustering, Fuzzy C-Means, Provinsi Aceh.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) H Social Sciences > HA Statistics Q Science > Q Science (General) Q Science > QA Mathematics Q Science > QA Mathematics > QA75 Electronic computers. Computer science S Agriculture > S Agriculture (General) S Agriculture > SF Animal culture T Technology > T Technology (General) T Technology > TK Electrical engineering. Electronics Nuclear engineering |
| Divisions: | Fakultas Teknik > 57201 - Jurusan Sistem Informasi |
| Depositing User: | Fannisa Nadira |
| Date Deposited: | 14 Apr 2026 08:31 |
| Last Modified: | 14 Apr 2026 08:31 |
| URI: | https://rama.unimal.ac.id/id/eprint/19372 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |




