TUMANGGER, LUSI LESTARI (2026) PERAN UNITED NATIONS HIGH COMMISSIONER FOR REFUGEES (UNHCR) SEBAGAI ORGANISASI INTERNASIONAL DALAM MENANGANI PENGUNGSI ROHINGYA DI ACEH. S1 thesis, Universitas Malikussaleh.

[img] Text
cover.pdf

Download (192kB)
[img] Text
ringkasan.pdf

Download (155kB)
[img] Text
bab 1.pdf

Download (513kB)
[img] Text
daftar pustaka.pdf

Download (699kB)
[img] Text
SKRIPSI LUSI LESTARI .pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)

Abstract

Masalah pengungsi Rohingya, telah menjadi isu kemanusiaan global akibat diskriminasi, persekusi, dan kekerasan di Myanmar. Banyak dari mereka mencari perlindungan di berbagai negara, termasuk Indonesia, terutama di Aceh. Sebagai lembaga internasional di bawah PBB, United Nations High Commissioner For Refugees (UNHCR) memiliki mandat memberikan perlindungan dan solusi jangka panjang bagi pengungsi. Namun, peran UNHCR di Indonesia menghadapi tantangan besar karena negara Indonesia belum meratifikasi Konvensi 1951 tentang Status Pengungsi, sehingga pengungsi seringkali tidak memiliki kepastian hukum dan akses penuh terhadap hak-hak dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan peran UNHCR dalam menangani pengungsi Rohingya di Aceh, Mengidentifikasi kendala yang dihadapi UNHCR dalam menjalankan perannya dan menjelaskan upaya yang dilakukan UNHCR untuk mengatasi kendala tersebut. Penelitian ini menggunakan penelitian empiris yang bersifat deskriptif, data diperoleh melalui kegiatan kepustakaan (library research) dan penelitian lapangan yang terdiri dari dokumentasi, observasi dan wawancara (interview). Lokasi penelitian di wilayah kota Lhokseumawe. Berdasarkan hasil penelitian peran UNHCR dalam menangani pengungsi Rohingya di Aceh adalah melindungi hak-hak dasar mereka seperti tempat tinggal, layanan kesehatan, dan pendidikan, memberikan perlindungan fisik serta jaminan hukum, berkoordinasi dengan pemerintah dan pihak terkait, serta mendukung integrasi sosial pengungsi. Kendala yang dihadapi UNHCR dalam penanganan pengungsi meliputi belum optimalnya penerimaan masyarakat, regulasi nasional yang kurang jelas sehingga berdampak pada koordinasi antar lembaga, keterbatasan anggaran. Adapun upaya yang dilakukan UNHCR untuk mengatasi kendala tersebut meliputi koordinasi dan komunikasi berkelanjutan dengan pemerintah dan pihak terkait serta pemberian bantuan tunai guna memenuhi kebutuhan dasar pengungsi secara mandiri. UNHCR diharapkan dapat memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah agar penanganan pengungsi Rohingya berjalan lebih efektif dan terarah. UNHCR juga perlu meningkatkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat lokal untuk menumbuhkan pemahaman dan dukungan terhadap nilainilai kemanusiaan. Selain itu, UNHCR dapat memperluas kerja sama dengan lembaga donor internasional untuk menambah pendanaan.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: H Social Sciences > HT Communities. Classes. Races
K Law > K Law (General)
K Law > KZ Law of Nations
Divisions: Fakultas Hukum > 74201 - Program Studi Ilmu Hukum
Depositing User: LUSI LESTARI TUMANGGER
Date Deposited: 13 Apr 2026 03:02
Last Modified: 13 Apr 2026 03:02
URI: https://rama.unimal.ac.id/id/eprint/19277

Actions (login required)

View Item View Item

Latest Collections

Top Downloaded Items

Top Authors

This repository has been indexed by