SINNA, MUHAMMAD IBNU (2026) PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP LESSOR DALAM PERJANJIAN LEASING APABILA LESSEE MENINGGAL DUNIA (Studi Penelitian di Kota Lhokseumawe). S1 thesis, UNIVERSITAS MALIKUSSALEH.
|
Text
Cover.pdf Download (22kB) |
|
|
Text
Abstrak.pdf Download (48kB) |
|
|
Text
Bab 1.pdf Download (234kB) |
|
|
Text
Daftar Pustaka.pdf Download (58kB) |
|
|
Text
Full Tekst (5).pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
Abstract
RINGKASAN MUHAMMAD IBNU SINNA NIM 210510321 PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP LESSOR DALAM PERJANJIAN LEASING APABILA LESSEE MENINGGAL DUNIA (Studi Penelitian Di Kota Lhokseumawe) (Dr. Nurarafah, S.H., M.H dan Muksalmina, M.H.) Permasalahan dalam perjanjian leasing sering muncul ketika lessee meninggal dunia sebelum masa kontrak berakhir, sehingga menimbulkan persoalan hukum mengenai kelanjutan kewajiban pembayaran oleh ahli waris. Di Kota Lhokseumawe, kasus ini cukup sering terjadi pada perusahaan pembiayaan kendaraan bermotor, di mana ahli waris kerap enggan melanjutkan kewajiban angsuran dan bahkan melakukan pemutusan perjanjian secara sepihak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kedudukan hukum lessor dan lessee dalam perjanjian leasing serta menganalisis bentuk perlindungan hukum terhadap lessor apabila lessee meninggal dunia. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum empiris dengan pendekatan kualitatif, melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedudukan lessor lebih kuat dibandingkan dengan lessee, karena hak kepemilikan atas objek leasing tetap berada pada lessor hingga seluruh kewajiban dilunasi. Perlindungan hukum terhadap lessor diberikan melalui dua instrumen utama, yaitu perlindungan normatif berupa kepemilikan objek leasing, dan perlindungan praktis melalui asuransi jiwa pembiayaan yang melunasi sisa angsuran apabila lessee meninggal dunia. Dengan mekanisme ini, hak lessor tetap terlindungi, sementara ahli waris terbebas dari beban utang. Namun, dalam praktiknya masih terdapat kendala administratif, seperti keterlambatan penyerahan akta kematian atau perselisihan antar ahli waris, yang dapat menghambat proses penyelesaian. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa sistem leasing modern telah menghadirkan perlindungan hukum yang adil dan seimbang, di mana lessor memperoleh kepastian hukum atas haknya, sementara ahli waris mendapatkan kelegaan karena terbebas dari kewajiban finansial. Kata Kunci: Leasing, Lessor, Lessee, Perlindungan Hukum, Ahli Waris
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Hukum > 74201 - Program Studi Ilmu Hukum |
| Depositing User: | MUHAMAD IBNU SINNA |
| Date Deposited: | 08 Apr 2026 03:10 |
| Last Modified: | 08 Apr 2026 03:10 |
| URI: | https://rama.unimal.ac.id/id/eprint/19187 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |




