MAULIDAR, MAULIDAR (2025) ANALISIS PENGGUNAAN DISFEMIA DALAM BAHASA ACEH DI GAMPONG PAYA KRUEP KECAMATAN DARUL FALAH KABUPATEN ACEH TIMUR. S1 thesis, UNIVERSITAS MALIKUSSALEH.

[img] Text
cover.pdf

Download (14kB)
[img] Text
abstrak.pdf

Download (6kB)
[img] Text
bab 1.pdf

Download (174kB)
[img] Text
daftar pustaka.pdf

Download (111kB)
[img] Text
full text.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)

Abstract

MAULIDAR Analisis Penggunaan Disfemia dalam Bahasa Aceh di Gampong Paya Kruep Kecamatan Darul Falah Kabupaten Aceh Timur. Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Malikussaleh 2026. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis penggunaan disfemia dalam bahasa Aceh dan mendeskripsikan fungsi disfemia dalam bahasa Aceh di gampong Paya Kruep Kecamatan Darul Falah Kabupaten Aceh Timur. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah tuturan dari interaksi masyarakat di Gampong Paya Kruep Kecamatan Darul Falah Kabupaten Aceh Timur. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah obersevasi, dokumentasi, simak, dan teknik rekam. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teori Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dari seluruh data ditemukan 39 tuturan yang mengandung unsur disfemisme. Beberapa tuturan berbentuk julukan yang berkaitan dengan ciri fisik nyata, berjumlah lima data. Tujuh data lainnya berupa istilah yang mengandung penghinaan atau ketidakhormatan. Selain itu, terdapat sepuluh data yang menunjukkan perbandingan manusia dengan hewan, yang memperlihatkan kecenderungan masyarakat menggunakan metafora kasar dalam interaksi. Disfemisme juga hadir dalam bentuk istilah tabu sebanyak empat data, sedangkan sembilan data lainnya berupa julukan atau lontaran langsung kepada lawan bicara. Sementara itu, empat data lainnya berbentuk sumpah atau kutukan yang memperlihatkan ekspresi emosional penutur. Fungsi disfemisme yang ditemukan juga beragam sesuai dengan konteks penggunaannya. Dari 39 data, sembilan di antaranya berfungsi untuk menunjukkan kejengkelan penutur, lima data lain digunakan untuk memberikan tekanan pada maksud tertentu, dan sepuluh data berfungsi menegaskan atau menguatkan makna yang ingin disampaikan. Adapun jumlah yang paling dominan, yaitu lima belas data, menunjukkan bahwa disfemisme sering dipakai untuk mengungkapkan kemarahan atau kekesalan. Kata kunci : Semantik, Disfemia, Bahasa Aceh

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: L Education > L Education (General)
P Language and Literature > P Philology. Linguistics
P Language and Literature > PL Languages and literatures of Eastern Asia, Africa, Oceania
Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > 88201 - Jurusan Sastra Indonesia
Depositing User: MAULIDAR MAULIDAR
Date Deposited: 07 Apr 2026 06:18
Last Modified: 07 Apr 2026 06:18
URI: https://rama.unimal.ac.id/id/eprint/19176

Actions (login required)

View Item View Item

Latest Collections

Top Downloaded Items

Top Authors

This repository has been indexed by