FADHILLA, HAFANI (2026) TRADISI BERBALAS PANTUN DALAM ADAT PERKAWINAN MASYARAKAT MELAYU TAMIANG (Studi Antropologi komparatif di Kampung Air Tenang dan Kampung Sungai Kuruk II). S1 thesis, Universitas Malikussaleh.
|
Text
COVER.pdf Download (15kB) |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (134kB) |
|
|
Text
BAB 1.pdf Download (89kB) |
|
|
Text
DAPUS.pdf Download (84kB) |
|
|
Text
FULL TEXT.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
Abstract
Skripsi ini berjudul “Tradisi Berbalas Pantun dalam Adat Perkawinan Masyarakat Melayu Tamiang” (Studi Komparatif di Kampung Air Tenang dan Kampung Sungai Kuruk II, Kabupaten Aceh Tamiang). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna dan fungsi tradisi berbalas pantun dalam adat perkawinan masyarakat Melayu Tamiang, serta untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan tradisi berbalas pantun memudar di Kampung Air Tenang namun tetap bertahan di Kampung Sungai Kuruk II. Teknik pengumpulan data menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, studi dokumen, dan studi literatur, kemudian dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi berbalas pantun dalam adat perkawinan Melayu Tamiang memiliki peran penting sebagai media komunikasi adat antara keluarga mempelai laki-laki dan perempuan. Pantun digunakan untuk menyampaikan maksud kedatangan, nasihat kehidupan rumah tangga, doa restu, serta ungkapan kegembiraan dalam suasana yang sopan dan beradat. Tradisi ini juga menjadi simbol penghormatan, mempererat hubungan sosial antar keluarga, serta mencerminkan identitas budaya masyarakat Melayu Tamiang. Namun dalam perkembangannya, tradisi berbalas pantun di Kampung Air Tenang mulai jarang dipraktikkan. Hal ini dipengaruhi oleh perubahan pola pikir masyarakat yang lebih memilih konsep pernikahan modern, kurangnya minat generasi muda untuk mempelajari pantun adat, berkurangnya tokoh adat yang mahir berpantun, serta pengaruh keberagaman budaya pendatang. Sementara itu, di Kampung Sungai Kuruk II tradisi berbalas pantun masih bertahan karena adanya peran aktif tokoh adat, dukungan aparatur kampung, serta kesadaran masyarakat untuk menjaga dan mewariskan nilai-nilai adat kepada generasi muda. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa keberlangsungan tradisi berbalas pantun sangat dipengaruhi oleh kesadaran budaya masyarakat, peran tokoh adat sebagai penjaga nilai tradisi, serta dukungan lingkungan sosial yang masih menjunjung tinggi adat istiadat Melayu Tamiang.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology G Geography. Anthropology. Recreation > GT Manners and customs H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > 82201 - Jurusan Antropologi |
| Depositing User: | HAFANI FADHILLA |
| Date Deposited: | 06 Apr 2026 04:20 |
| Last Modified: | 06 Apr 2026 04:20 |
| URI: | https://rama.unimal.ac.id/id/eprint/19117 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |




