DHEA, WULAN NATASYA (2026) HUBUNGAN USIA DAN GRAVIDITAS DENGAN KEJADIAN HIPEREMESIS GRAVIDARUM DI RSUD CUT MEUTIA. S1 thesis, universitas malikussaleh.
|
Text
DHEA WULAN NATASYA 220610023- cover.pdf Download (115kB) |
|
|
Text
DHEA WULAN NATASYA 220610023- abstrak.pdf Download (156kB) |
|
|
Text
DHEA WULAN NATASYA 220610023- bab 1.pdf Download (240kB) |
|
|
Text
DHEA WULAN NATASYA 220610023- dapus.pdf Download (140kB) |
|
|
Text
DHEA WULAN NATASYA 220610023.pdf Download (1MB) |
Abstract
ABSTRAK Hiperemesis gravidarum (HG) merupakan kondisi muntah berat yang dapat menyebabkan penurunan berat badan, dehidrasi, alkalosis akibat kehilangan asam lambung (asam klorida), serta kekurangan kalium (hipokalemia). Keluhan mual dan muntah adalah gangguan yang paling umum terjadi pada trimester pertama kehamilan. Namun, jika terjadi secara berlebihan, kondisi ini dapat berkembang menjadi komplikasi yang berdampak negatif terhadap kesehatan ibu dan pertumbuhan serta perkembangan janin. Hingga saat ini, penyebab pasti dari hiperemesis gravidarum belum diketahui secara jelas, namun beberapa faktor risiko seperti graviditas dan usia ibu hamil diduga memiliki keterkaitan yang kuat. Ibu hamil dengan usia <20 tahun atau >35 tahun serta yang mengalami kehamilan pertama (primigravida) cenderung lebih berisiko mengalami kondisi ini, karena adanya ketidaksiapan fisik maupun psikologis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan usia dan graviditas dengan kejadian hiperemesis gravidarum pada ibu hamil di RSUD Cut Meutia, Aceh Utara. Jenis penelitian ini merupakan deskriptif analitik dengan metode cross sectional terhadap 101 ibu hamil di RSUD Cut Meutia Aceh Utara. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling. Pengambilan data menggunakan data sekunder data rekam medik 1 Maret 2024 sampai 1 Februari 2025. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia 20–35 tahun (74%), mengalami hiperemesis gravidarum (79,2%), dan multigravida (53,5%). Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Tidak terdapat hubungan signifikan antara usia ibu dengan kejadian hiperemesis gravidarum pada ibu hamil di RSUD Cut Meutia, Aceh Utara (p = 0,498), dan terdapat hubungan signifikan antara graviditas dengan kejadian hiperemesis gravidarum pada ibu hamil di RSUD Cut Meutia, Aceh Utara (p = 0,017). Kesimpulan dari penelitian ini adalah kejadian hiperemesis gravidarum pada ibu hamil di RSUD Cut Meutia, Aceh Utara tidak dipengaruhi oleh usia ibu, namun dipengaruhi secara signifikan oleh faktor graviditas. Kata Kunci: Hiperemesis gravidarum; Usia ibu; Graviditas. vi ABSTRACT Hiperemesis gravidarum (HG) is a condition of severe vomiting that can lead to weight loss, dehydration, alkalosis due to loss of gastric acid (hydrochloric acid), and potassium deficiency (hypokalemia). Complaints of nausea and vomiting are the most common disorders occurring in the first trimester of pregnancy. However, when excessive, this condition can develop into complications that negatively affect maternal health as well as fetal growth and development. To date, the exact cause of hiperemesis gravidarum remains unclear, but several risk factors such as graviditas and maternal age are suspected to have a strong association. Pregnant women aged <20 years or >35 years and those experiencing their first pregnancy (primigravida) tend to be at higher risk of developing this condition due to physical and psychological unpreparedness.The purpose of this study was to determine the relationship between maternal age and graviditas with the incidence of hiperemesis gravidarum among pregnant women at Cut Meutia Regional General Hospital, North Aceh. This study was an analytic descriptive study with a cross-sectional method involving 101 pregnant women at RSUD Cut Meutia, North Aceh. Samples were taken using a purposive sampling technique. Data collection used secondary data from medical records from March 1, 2024 to February 1, 2025. The results showed that the majority of respondents were aged 20–35 years (74%), experienced hiperemesis gravidarum (79,2%), and were multigravida (53,5%). Data analysis was performed using the Chi-Square test. There was no significant relationship between maternal age and the incidence of hiperemesis gravidarum among pregnant women at RSUD Cut Meutia, North Aceh (p = 0,498), while there was a significant relationship between graviditas and the incidence of hiperemesis gravidarum (p = 0,017). In conclusion, the incidence of hiperemesis gravidarum among pregnant women at RSUD Cut Meutia, North Aceh was not influenced by maternal age, but was significantly influenced by the factor of graviditas. Keywords: Hiperemesis gravidarum; Maternal age; Graviditas.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Fakultas Kedokteran > 11201 - Program Studi Pendidikan Dokter |
| Depositing User: | dhea wulan natasya |
| Date Deposited: | 31 Mar 2026 02:05 |
| Last Modified: | 31 Mar 2026 02:05 |
| URI: | https://rama.unimal.ac.id/id/eprint/19075 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |




