NURUL, FAJRI (2025) ANALISIS KELAYAKAN USAHA UMKM NADIA SOUVENIR DI GAMPONG ULEE MADON KECAMATAN MUARA BATU KABUPATEN ACEH UTARA. S1 thesis, UNIVERSITAS MALIKUSSALEH.
|
Text
cover skripsi Nurul Fajri 210320017.pdf Download (35kB) |
|
|
Text
abtrac skripsi Nurul Fajri 210320017.pdf Download (7kB) |
|
|
Text
bab 1 skripsi Nurul Fajri 210320017.pdf Download (214kB) |
|
|
Text
daftra pustaka skripsi Nurul Fajri 210320017.pdf Download (123kB) |
|
|
Text
ful skripsi Nurul Fajri 210320017.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
Abstract
RINGKASAN NURUL FAJRI. Analisis Kelayakan Usaha Umkm Nadia Souvenir Di Gampong Ulee Madon Kecamatan Muara Batu Kabupaten Aceh Utara. Dibimbing oleh SURYADI dan RITA ARIANI. Penelitian ini dilaksanakan pada UMKM Nadia Souvenir yang berlokasi di Gampong Ulee Madon, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara. UMKM ini merupakan usaha kerajinan bordir Aceh yang memproduksi tiga jenis tas utama, yaitu tas wirid, tas umpang, dan tas keong. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usaha berdasarkan perhitungan biaya produksi, penerimaan, keuntungan, Revenue Cost Ratio (R/C), serta Break Even Point (BEP) pada masing-masing produk. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis kuantitatif. Data primer diperoleh melalui wawancara dan observasi langsung, sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur dan catatan usaha. Analisis dilakukan dengan menghitung total biaya produksi, penerimaan, nilai R/C ratio, BEP harga, dan BEP produksi untuk setiap jenis tas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tas wirid memiliki nilai R/C ratio sebesar 1,5, dengan BEP harga Rp19.034,08 dan BEP produksi 850 unit, sedangkan produksi aktual mencapai 1.445 unit, sehingga tas wirid dinyatakan layak dan menguntungkan. Produk tas umpang memiliki kinerja terbaik dengan nilai R/C ratio sebesar 1,7, BEP harga Rp27.880,74, serta BEP produksi 55 unit, sementara produksi aktual mencapai 100 unit, sehingga tas ini sangat layak untuk dijalankan. Sebaliknya, tas keong memiliki nilai R/C ratio 0,80, BEP harga Rp15.117,77 lebih tinggi daripada harga jual aktual sebesar Rp12.000 dan BEP produksi 272 unit, sementara produksi aktual hanya 216 unit. Hal ini menunjukkan bahwa tas keong belum mencapai titik impas dan tidak layak dijalankan pada kondisi saat ini. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa dua produk yaitu tas wirid dan tas umpang layak untuk diteruskan, sedangkan tas keong memerlukan evaluasi biaya dan perbaikan strategi produksi agar dapat mencapai kelayakan usaha. Kata Kunci: UMKM, Kelayakan Usaha, R/C Ratio, Break Even Point, Tas Aceh.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| Subjects: | H Social Sciences > HB Economic Theory |
| Divisions: | Pascasarjana > 54101 - Magister Agribisnis |
| Depositing User: | nurul fajri |
| Date Deposited: | 31 Mar 2026 01:46 |
| Last Modified: | 31 Mar 2026 01:46 |
| URI: | https://rama.unimal.ac.id/id/eprint/19068 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |




